Ditulis pada tanggal 13 August 2018, oleh Mochammad fattah, pada kategori • BERITA & PENGUMUMAN, • KEGIATAN

zabDOSEN FPIK UB menghilirisasikan mesin pasteurisasi susu teknologi kejut listrik*) (disebut mesin SULIS) untuk pengolahan rumput laut dan susu segar pada Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) “Cita Alam Nusantara” di Singosari, Kabupaten Malang. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2018 ini disponsori oleh Kemenristekdikti dan LPPM UB.

Kegiatan ini bermula dari kegiatan pengabdian masyarakat mandiri yang dilakukan oleh Zainal Abidin, M.BA dan Eko Waluyo, M.Sc pada POKLAHSAR “Citara” 2 tahun lalu. Kemudian Zainal dan Eko menemukan beberapa permasalahan pada aspek produksi, manajemen dan pemasaran pada Poklahsar ini. Tahun 2016 dan 2017 mencoba diajukan ke Kemenristekdikti untuk memperoleh pembinaan, Alhamdulillah disetujui realisasi 2018.

Poklahsar “Citara” mengolah susu dan rumput laut menjadi SURULA (Susu Rumput Laut), YORULA (Yoghurt Rula), dan MIRULA (Minuman Rula). Selain itu, melalui PKM 2018 dengan melakukan mekanisasi produksi bermesin SULIS dan cup sealer menambah diversifikasi produk yaitu jelly drink rumput laut. Dampak penerapan mesin SULIS ini, produk olahan yang dihasilkan memiliki beberapa keunggulan, yaitu terbebas bakteri pathogen (karena penggunaan teknologi kejut listrik), nutrition fact berupa protein terjaga, rasa gurih susu terasa, kapasitas produksi 30 liter, masa simpan (sedang diuji) diprediksi lebih lama.

zab2Tim pelaksana PKM menyarankan agar mesin SULIS juga dimanfaatkan untuk menciptakan varian baru berupa susu rumput laut UHT (susu kotak) dengan modifikasi suhu mesin sulis. Kegiatan PKM ini juga memberikan manfaat adanya peningkatan manajemen pemasaran dan keuangan, perbaikan tata nilai masyarakat berupa: tata nilai sosial (hubungan antar tetangga sebagai anggota Poklahsar CITARA makin akrab, rukun, kompak), ketenteraman sebagai efek dari kerukunan, dan tata nilai kesehatan berupa sadar sehat, mengolah secara aman pangan di Poklahsar CITARA (menerapkan CPPOB dan SSOP) maupun pada rumah tangga anggota Poklahsar CITARA.

Selain itu, juga ada perbaikan tata nilai pendidikan, antara lain:

a).  Pendidikan berwirausaha bagi para anggota Poklahsar Citara (para tetangga), siswa dan Guru SMK yang magang di Poklahsar CItara.

b).   Sekretaris Poklahsar (Wahyu Suci U) sering memberikan pelatihan pengolahan rumput laut di berbagai daerah di Tanah Air oleh Disperindag Prop. Jatim (Sumenep 2017, Pamekasan 2018, Situbondo 2018); Disperindag Prop. Riau (Kep. Riau 2018), dan Diskan Prop. Jatim (di Kepanjen 2018). Sasaran pelatihan antara lain siswa SMK, para pembudidaya dan pengolah  rumput laut, guru SMKN, mahasiswa, dll).

c).   Pameran edukasi rumput laut juga dilakukan.

d).  Tempat magang bagi siswa dan guru SMKN2 Turen, SMKN3 Tarakan, SMKN Banyuwangi, serta mahasiswa dari UB, Undip, UGM, Univ Gorontalo.

e).   Tempat studi  banding oleh 50 UMKM dari Diskan Bantul dan Probolinggo.

Terimakasih untuk semua pihak atas bermanfaatnya program PKM ini. Semoga Poklahsar CITARA makin berkembang menjadi usaha yang mampu bersaing di pasar, tetap amanah dan mengedepankan etika bisnis.

*) made in PT. Maxzer Steril (founder mesin Sulis = alumni UB), PKM 2018 menghilirisasikan kepada Poklahsar “Citara” Singosari-Malang.

 

Print Friendly, PDF & Email