Ditulis pada tanggal 31 January 2019, oleh Mochammad fattah, pada kategori • BERITA & PENGUMUMAN, • KEGIATAN

1Mahasiswi PS AP (SEP) FPIK UB mempunyai prestasi yang membawanya ke beberapa negara. Prestasi tersebut antara lain:

Fisheries Cooperative, Sociopreneur Indonesia Berhasil Menjadi Finalis Asean Start Up Accelerator di Kaplan University, Singapore

Sociopreneur adalah sebuah usaha berbasis kegiatan sosial. Hadirnya konsep bisnis sociopreneur tentu menjadi solusi efektif untuk membantu mengentaskan permasalahan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Fisheries Cooperative merupakan sebuah start up berbasis kewirausahaan yang memberdayakan keluarga nelayan yang menganggur. Fisheries Cooperative berhasil menjadi finalis pada kompetisi ASEAN Startup Accelerator 2017 di Kaplan University, Singapore.

Kompetisi ide bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 10-12 Juli 2017 tersebut diadakan oleh Indonesia Youth Academy yang bekerjasama dengan Kaplan University, National University of Singapore (NUS) Entreprise, Singtel, dan 12 investor, CEO serta CTO dari berbagai perusahaan di Singapura, seperti: The Leza Parker Networks, Markedshot, Golden Gates Venture, Vanitee, RingMD, DSTNC, Niswara, EDGE, iFashion Group, Reactor Industries, Soezlar Technology, PSLove Company.

Dalam kompetisi tersebut, 67 finalis berlomba mempresentasikan ide bisnis untuk memikat investor agar mendanai ide bisnis para finalis. Presentasi di depan investor ini disebut juga dengan istilah pitching. Selain itu, para finalis juga mendapat bekal ilmu berupa workshop seputar bisnis dan manajemen dari para CEO asal Singapura. Tim UB yang berhasil menjadi finalis yaitu Aizzatur Rohmah (FPIK 2015) dan Syarifah Rahmatal Alam (FIB 2015).

Tujuan utama Fisheries Cooperative adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang diberdayakan. Untuk itu, masyarakat diajarkan tentang kewirausahaan melalui produksi dan pemasaran produk katsuobushi melalui online marketplace yakni aplikasi FISHCO.

Ide Kreatif Smart B-Cline Mengantarkan Mahasiswa UB raih Medali Perak di Malaysia

Inovasi karya anak bangsa kembali berlaga dan menuai prestasi di kancah internasional. Inovasi tersebut berasal dari tangan-tangan kreatif para mahasiswa di Malang yang berhasil meraih medali perak di Penang Invention Innovation and Research Design Platform (PIID).

PIID merupakan kompetisi yang menampung ide-ide kreatif dari para pelajar dari berbagai kalangan dan negara. Kategorinya tidak hanya ide kreatif, desain atau penemuan, tetapi juga teknologi ataupun seni. Ajang yang diselenggarakan di University Teknologi Mara, Malaysia, Penang Invention Innovation and Research Design Platform sejak 25 hingga 26 April 2017. Tim Smart B-Cline yaitu Mohammad Khaufillah (Sistem Informasi 2016), Aizzatur Rohmah (Agrobisnis Perikanan 2015) dan Intan Wahyu Cahyani (Fakultas Kedokteran 2015).

Smart B-Cline merupakan inovasi baterai ramah lingkungan yang memberikan solusi atas krisis energi yang menjadi permasalahan dunia. Ide ini muncul dilatarbelakangi oleh baterai yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan seperti mangan, merkuri, timbal, cadmium, nikel, dan lithium. Oleh karena itu diperlukan adanya sumber energi baru yang aman dan terbarukan untuk lingkungan. Smart B-Cline menjadi solusi atas permasalahan tersebut karena berbahan dasar sisik ikan bandeng dan urin.

Sisik ikan bandeng mengandung zat kitin yang dapat diubah menjadi energi listrik. Sementara itu, urin terdiri atas 95% air dan sisanya adalah zat terlarut yang salah satunya adalah elektrolit. Ion elektrolit ini memungkinkan reaksi kimia yang memicu terjadinya sumber listrik jika dicampurkan dengan sisik ikan bandeng. Smart B-Cline diharapkan mampu menjadi future project yang ramah lingkungan dan perlu adanya pengembangan berkelanjutan.

Koperasi Nelayan untuk Kesejahteraan

Fakta bahwa masyarakat nelayan cenderung memiliki pendapatan yang rendah. Ternyata, faktor masyarakat nelayan memiliki ekonomi yang rendah karena ketergantungan nelayan terhadap juragan dan pengangguran.

Koperasi Nelayan merupakan sebuah ide start up berbasis kewirausahaan yang memberdayakan keluarga nelayan yang menganggur. Koperasi nelayan tersebut diberi nama MIOCO. Koperasi Nelayan berhasil menjadi finalis pada kompetisi Gobal Ideapreneur Week 2017 di Malaysian Global Innovation and Creativity Center, Selangor, Cyberjaya, Malaysia.

Kompetisi ide bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 21-23 April 2017 yang diadakan oleh Studec International yang bekerjasama dengan National University of Singapore, Magic dan startup lainnya. Tim UB yang berhasil menjadi finalis full scholarship program adalah Aizzatur Rohmah (Agrobisnis Perikanan 2015) dan Mohammad Khaufillah (Sistem Informasi 2016).

Dalam kompetisi tersebut, Kegiatan ini didukung dengan pelatihan dan mentoring karya para finalis. Jumlah finalis dalam event ini sebanyak 10 finalis VIP Delegates, 10 finalis tim full scholarship program, 25 finalis tim partial scholarship program, 30 finalis individu full scholarship program dan 60 finalis individu partial scholarship program.

Tujuan dari kompetisi Global Ideapreneur Week diantaranya:

  1. Penghimpunan para pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam penelitian dan inovasi teknologi.
  2. Pengembangan kemampuan dan karir para pelajar.
  3. Mendukung  proses  pembangunan  negara  melalui  penelitian  serta pengembangan kegiatan berbasis sains dan teknologi.

Print Friendly, PDF & Email